January 3, 2009

Daya Tarik Humor pada Sebuah Iklan

Pernahkah kita melihat sebuah iklan sepeda motor yang diperankan seorang pelawak yang melintasi jembatan, lalu jembatan itu menjadi hancur ?....
Atau iklan celluler yang ada ”.......ketok dulu kepalanya pake palu, lalu siram pake air panas....!

Tampak lucu memang..., namun cukup untuk membuat kita merasakan makna atau sasaran dari iklan yang ditayangkan tadi.


Humor........ memang setiap orang suka humor, tak terkecuali siapapun dia, baik artis, pedagang, karyawan, pegawai negeri, pejabat, bahkan presidenpun suka humor. Terkadang mereka menggunakan humor saat memberikan reaksi terhadap suatu kondisi atau menciptakan reaksi yang diinginkan. Seorang pengiklan menggunakan humor sebagai sarana untuk mencapai tujuan agar informasi yang disampaikan memicu perhatian, mengarahkan konsumen terhadap tuntutan produk, mempengaruhi sikap, yang pada akhirnya menciptakan perilaku konsumen untuk membeli atau menggunakan produk.

Mengapa menggunakan humor ?...efektifkah...?

Yang jelas beberapa hal yang menjadi pertimbangan pengiklan menggunakan daya tarik humor terhadap iklannya.

1. Humor akan lebih cocok diterapkan pada produk yang sudah dikenal masyarakat. Artinya sifat humor pada iklan ini diterapkan sebatas untuk mempertahankan produk. Bukan untuk mengenalkan suatu produk baru.

2. Sifat humor tidak merugikan secara keseluruhan (...lucu ketawa......’ngga lucu ....ya ketawa juga...apa susahnya sih ketawa....)

3. Humor merupakan metode yang efektif untuk menarik perhatian. Oleh sebab itu humor dipergunakan pada iklan yang berorientasi pada perasaan.

4. Humor lebih memperdalam makna ”menyukai” pada iklan atau produk yang diiklannya.

Itulah berberapa hal yang menjadi pertimbangan para pengiklan menggunakan humor pada iklannya selain hanya sebatas mencari variasi bagi iklan yang ingin ditampilkan .



3 comments:

  1. Untung ketawa dengan memperlihatkan gigi geraham belum dianggap PornoGrafi ya bang... jadi iklan yang memuat humor masih diminati....
    hahahahaha..........

    ReplyDelete
  2. hmm. saya guru produktif penjualan.. lagi ngajarin tentang iklan juga.. mang diperlukan tuh humor kaya begitu.. biar produk tetap diingat!!

    lam kenal ya....

    ReplyDelete
  3. kak ega : jangankan 'tuk iklan, panggung politik aja sekarang banyak humornya kak...jadi lucu liat "inohong" kita pada ngebodor...salam juga kak...saya seorang desainer (amatir) + Dosen desain grafis...kapan-kpan mampir lagi yah...

    ReplyDelete